Top ↑ | Archive

With Ayu. Hello ayumutia :)

at Pras’s Graduation yeay…

Congratulation Ginanjar Prasetyo :)

ON New Hijab #2

ON New Hijab

Ingat tentang cerita ini?

ku tulis 20 April 2011 pukul 2:15

Pendakian.

Selamat malam.

       Malam ini ku ingin bercerita, bukan tentang aku, kamu, dia, atau mereka tapi tentang kami dan sebuah perjalanan yang memakan waktu, tenaga, dan nafas yang menderu dengan sangat hebatnya. Malam ini ku ingin bercerita, bukan tentang aku, kamu, dia, atau mereka tapi tentang kami dan sebuah kehidupan malam gempita, hanya ditemani cahaya bulan dan seribu bintang menghiasi malam di puncak gunung geulis.

       Kini ku ingin memulai cerita. Baca dan Khayalkanlah bahwa kau adalah aku. Cerita itu akan ku awali dengan suasana dingin, sepi, dan hanya segelintir manusia yang masih membuka matanya untuk menyaksikan malam ditemani rembulan dan bintang, termasuk kami. Malam itu datang sebuah purnama. Indah. Sangat indah. Hanya di temani beberapa bintang, tidak penuh tapi sangat indah. Perjalan yang kami lakukan bukan semata-mata untuk menjajal kemampuan kami dalam bidang pecinta alam tapi hanya untuk menikmati purnama di puncak gunung geulis dan seribu bintang lebih indah daripada bintang di langit. Bukanlah hal yang mudah untuk bisa mencapai puncak, kita membutuhkan mata yang lebih lama dari biasanya untuk melihat, kaki yang lebih lama dari biasanya untuk berjalan, tangan yang lebih lama dari biasanya untuk mengangkat beban, dan badan yang sudah tak rengkuh harus lebih bisa berdiri kokoh di banding pohon-pohon yang kami lihat. Semua bukan hanya kata-kata tapi kenyataan yang kami alami. Cuaca malam itu sangat mendukung sekali dengan apa yang sedang kami lakukan, tidak ada hujan atau cuaca apapun yang dapat menghalangi perjalanan kami. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Tidak ada benda-benda yang dapat menghangatkan kami. Benda empuk yang dapat membuat kami tertidur pulas atau benda apapun yang membuat kami betah untuk berlama-lama di puncak gunung. Yang membuat kami betah bukanlah benda-benda itu tapi hamparan bintang yang sangat luas dan purnama yang tak pernah memejamkan matanya untuk memandangi kami, manusia.

        Menyenangkan. Bukan hanya kepuasan yang kami dapati tapi pelajaran tentang hidup. Menghargai tentang dan apa yang telah tuhan ciptakan. Keterikatan antara alam dan makhluk yang tinggal dengan alam, dan manusia yang dapat menghargai tentang apa yang ada dan tidak ada di alam. Semuanya melebur menjadi satu seperti api dan kami yang menyatu untuk saling menghangatkan, menyatu sepeti saat malam itu, kami dan alam yang satu sama lain saling membantu untuk dapat mempertahankan hidup. Semua begitu sempurna. Sempurna saat pada akhirnya semuanya harus sirna. Harus mencoba melepaskan diri satu sama lain, tidak mencoba untuk saling ketergantungan dan meninggalkan apa yang sudah kami lihat dan kami rasakan.Purnama pun sudah kembali menjadi matahari pagi.

        Dan untuk malam purnama itu ku ingin mengatakan.

        Salam sastra. Salam untuk alam yang selalu melindungi makhluk di dalamnya. Salam untuk mereka yang tertidur seribu tahun lamanya dan untuk mereka yang tertidur lima jam saja. Salam untuk mereka yang tidak dapat merasakan alam. Salam untuk mereka yang menghargai alam. Dan salam untuk kamu dan dia yang menemani sehingga jarak yang sangat jauh dan melelahkan itu bisa sangat menyenangkan.

Salam sastra.

Untuk Bob, Sufy, dan Rojer.

 

(kuluuuuu-kuluuuuu)*

Ingat tentang ulat?

ULAT melawan manusia atau MANUSIA melawan ulat ganti judul -> ulat dan manusia

Saat ini, di indonesia sedang mewabah hama ulat. Ulat-ulat ini memakan semua tanaman, pepohonan di daerah yang terkena wabah. Manusia-manusia itu membunuh ulat-ulat itu dengan membakar, atau menyemprotkan cairan insektisida untuk mematikan ulat-ulat. Ulat-ulat itu meresahkan warga didaerah yang terkena hama ulat. Ulat yang telah menghabiskan berhektar-hektar kebun dengan memakan semua tanaman, dibakar dan dibunuh dengan cara apapun yang bisa manusia lakukan, agar ulat tersebut ilang dan tidak mewabah di daerah yang terkena hama ulat. KASIAN ULAT !

ULATKAN JUGA MAKHLUK HIDUP !

 Hey manusia ! Pernahkan kalian memikirkan perasaan ulat ? atau sekedar menghormati ulat sebagai makhluk hidup bukan sebagai binatang buruk rupa atau hewan yang membuat kulit kita gatal karena ulat-ulat ? HMM. tidak usah di jawab, ku sudah tahu jawaban “BASMI ULAT DAN MERDEKA MANUSIA”. KASIAN ULAT !

Coba kalian fikir, bagaimana perasaan kalian saat rumah kalian di hancurkan? rumah kalian di bom? rumah kalian kemalingan? rumah kalian di binasakan? rumah kalian di bumi hanguskan? rumah kalian robohkan? APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN?. 

Pernah kalian memikirkan perasaan ulat? saat rumah mereka “ulat-ulat” di robohkan dengan mesin pemotong pohon, saat rumah mereka “ulat-ulat” kalian bakar dengan api yang sangat besar, saat rumah mereka “ulat-ulat” kalian robohkan, saat rumah mereka “ulat-ulat” sudah tidak berbentuk pohon tinggi atau tanaman hijau tapi hanya sekumpulan batang-batang terbuang dan tak terpakai sehabis kalian hancurkan dan kalian jadikan rumah mereka sebagai lapangan luas, tandus, hanya tanah. KASIAN ULAT !

Saya sebagai manusia yang sama dengan kalian “tidak menyukai ulat”. Saya berfikir. Saya tidak menyukai ulat tapi saya mencoba untuk menghargai mereka sebagai makhluk ciptaan tuhan. Malah saya lebih setuju bila ulat-ulat itu memakan atau menghancurkan dedaunan, pepohonan, atau tanaman hijau lainnya daripada saya harus melihat manusia membakar, menebang pohon tanpa izin (penebangan liar) dan menghasilkan hutan menjadi gundul, ozon menipis, global warming. Pernah kalian berfikir, wabah ulat ini pertanda bahwa tuhan marah dengan kita ? bisa jadi. kita tidak mengenal ulat itu seperti apa sifat dan karakter sebenarnya sama seperti kita manusia. Hewan juga bisa marah. Hewan bisa menangis. Jangan berfikir apa yang kita lakukan, hewan tidak bisa melakukan. Cobalah untuk menghargai hal-hal kecil, dengan cara ini maka kita akan menghargai hal-hal yang besar.

Sekian.

Salam ulat !

cerita ini ditulis 16 April 2011 pukul 1:53. karena wabah ulat yang menggemparkan indonesia.

3,5 

"S1 ONLINE
No Peserta 4100200779
Nama SUCI WULANDARI
Jalur Masuk S1 ONLINE
Pilihan Ke 2
Diterima Di Program Studi SASTRA JEPANG
LULUS”

Informasi paling membanggakan di seluruh dunia, saat tau media sosial terhebat yang menguasai dunia, memberikan informasi tentang kelulusan saya sehingga dapat menginjakkan kaki di perguruan tinggi negeri.

"abis membaca cerita tiga tahun yang lalu.."

"Hidup ini semiotik, hanya memiliki satu struktur yaitu hidup!"

"hidup itu beralasan tapi bukan berarti semuanya mempunyai alasan"