Top ↑ | Archive

"

Kita pernah ada
Di satu masa bersama
Walau kini tak sama
Jangan lupakan indahnya

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa
Ku ‘kan dapat merasakannya

Masih selalu ada
Cerita lama dan tawa
Masih tersimpan juga
Sedih saat kau tak ada

Ku percaya jalanan kita
Semestinya membawa bahagia

Ku ‘kan selalu merasakannya

Kita pernah ada
Di satu masa bersama

"

- Ingatlah (Monita Tahalea)

sudah letih tangan tak bertuan

mencari jemari kecil untuk di doakan

dalam kabut pagi yang memutih, memudar menjadi hilang tanpa arah

deras ombak menderu keras dengan gugusan seratus bintang

kuselipkan nama semoga kekal abadi selamanya.

"

Inikah yang kamu mau? yang kamu inginkan?
Seorang ibu kehilangan anaknya
Tahukah kamu atau tak mau tau akibatnya
Sahabatku kehilangan akal sehatnya

Tunas bangsaku tenggelam menyedihkan
Tragedi negriku bagai bunga yang terinjak
Inikah yang kamu mau? Yang kamu inginkan?
Sahabatku jadi hantu, mengerikan..

Reff: Hentikan hentikan semua itu
Lihat wajah wajah terbungkus biru
Terselimutkan luka dan terbinasa
Penggali kubur terus bekerja

Inikah yang kamu mau? Yang kamu inginkan?
Sahabatku kehilangan akal sehatnya
Tahukah kamu? Atau tak mau tau akibatnya?
Sahabatku jadi hantu mengerikan

"

- sahabatku jadi hantu (Dialog Dini Hari)

"

Album: Beranda Taman Hati

Berangkatlah lebih awal biar tak buru-buru, bisa fatal
Jalan makin terasa sempit, motor saling berhimpit
Asap tinggi membungkit

Berangkatlah lebih dulu biar tak buru-buru, apa yang diburu
Hidup kita hanya sekali dan harus memilih
Jangan mati pagi

Reff:
Hati-hati di kanan, lihat kiri dan kanan, lalu lalang kendaraan
Hati-hati di jalan, semoga sampai tujuan dengan aman

Makin banyak korban mati sia-sia, tak kenal usia
Makin banyak orang tak sabar, tak perduli
Tak saling menghormati.

Saat pulang rehat bila perlu
Jangan buru-buru, aku pasti menunggu
Jagalah dirimu untuk orang lain, seirama harmoni…

"

- Hati-Hati (Dialog Dini Hari)

"

Tirai senja turun, menutup jendela langit
Nyalakan lilin cahaya jiwa, jelang gelapnya dunia
Layar ditarik panggung usai, akhiri cerita
Lonceng berbunyi bergema, ungkap takbir hancurkan dogma

Oh akhir dunia, tanpa kesedihan
Oh akhir dunia, tanpa raga
Oh indera, tanpa indera hanya jiwa

Bunga taman surga, abdi cinta mulia
Tak runtuh oleh debu dan badai kencang menderu
Jiwa tanpa nama, berbaris di tanah bertuan
Tertatih di tangga puri abadi ruang waktu

Oh akhir dunia, tanpa kesedihan
Oh akhir dunia, tanpa raga
Oh indera, tanpa indera hanya jiwa
Hanya jiwa…

"

- lagu untuk rooni dinyanyikan oleh dialog dini hari yang berjudul menutup tirai.

"Sang pencipta yang mengetahui segalanya, mengikhlaskan adalah cara terbaik untuk tetap berdiri tegak"

"umur dan hidup seseorang tidak ada yang tahu, sekalipun sedang sekarat"

"kenapa?" - rooni wijaya *kata-kata ini sangat menyebalkan untuk di dengar, dengan nadanya yang juga menyebalkan. Tapi, saya akan merindukan anda dengan hal-hal ini.

selamat jalan teman, kamu telah menjadi teman yang menyenangkan untuk kami semua. selamat pulang ke rumah terlebih dahulu, saya akan sangat merindukan anda. maaf tidak bisa hadir di pemakamanmu, tapi pasti akan ku tengok dirimu.

ku doakan, semoga amal ibadahmu di terima disisi-Nya, dilapangkan kuburnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.

Kami semua akan merindukanmu ROONI WIJAYA (FOTKOM401)

"tidak harus berlari untuk menjadi hebat, tidak pula berjalan untuk sesantai mungkin, lakukan apa yang bisa dan tidak usah melakukan bila tidak."

"aku hidup dengan caraku : makan dengan sendok dan garpu, mandi dengan air bening, tidur dengan guling tanpa bantal pun tak apa, minum air sebanyak mungkin agar sehat, dan lain sebagainya."