Top ↑ | Archive

Tiroid

kehidupan ini diciptakan dalam kondisi yang seimbang, sehingga manusia selalu dihadapkan pada dua pilihan dalam hidupnya. memilih untuk menjadi atau tidak menjadi, dan dikaitkan dalam segi apapun.

kejadian itu sudah berlalu, satu tahun 9 bulan, hidup di dalam tubuhku, mencintai kelemahanku, melindungi dari kesibukan, dan menjagaku sehingga aku menghargai rasanya bernapas dengan asiknya.

Pada awalnya, ku kira mata ku bermasalah, terjadi pembengkakan pada sekitar mata, mataku terlihat lebih besar dan menonjol, lalu menjalar ke berat badanku, aku mengalami penurunan yang drastis sampai 4 kg, dan untuk menaikkan berat badan lagi sangatlah sulit, makan sebanyak apapun, berat badanku tidak pernah mengalami kenaikan. lalu, setiap aku beraktifitas, jalan kaki sebanyak 10 langkah, aku selalu merasa capek yang luar biasa, seperti lari 10 keliling lapang sepak bola. kondisi seperti ini, ku alami selama satu tahun lamanya, dengan pengobatan ke dokter mata, diberi obat tetes untuk mataku agar tidak mengalami pembengkakan, dan pada akhirnya aku hanya menjalankan apa yang aku sanggup untuk kulakukan.

Bulan Februari 2014, baru diketahui dengan jelas ada sesuatu yang membuatku begitu kurang sehat, aku memiliki penyakit yang disebabkan oleh keturunan genetika, yaitu Hipertiroid. Tiroid sendiri sebenarnya bukan sebuah penyakit, tiroid adalah bagian kecil dari organ tubuh yang berada di tenggorokan, satu spesies dengan gondok. kalau gondok adalah kekurangan iodium dalam tubuh, maka sebaliknya tiroid adalah kelebihan iodium dalam tubuh. aku bisa tahu dari hasil test darah yang dilakukan, semuanya mengacu pada arah positif, tiroidku bermasalah, dan di anjurkannya aku ke sebuah rumah sakit negeri di kota Bandung.

Baru ku ketahui ketika tiroidku bermasalah, salah satu dari keluarga ibuku pun mengalami hal yang sama, tapi tidak sama dengan apa yang terjadi denganku, adik ibuku mengalami hal yang lebih ekstra dalam pengobatannya, sedangkan aku? tuhan sangatlah sayang padaku, memberikanku kemudahan dan kelancaran dalam menjalani hari-hari yang melelahkan. sesuai anjuran adik ibuku, akhirnya aku melakukan proses pengobatan yang sama, dengan meminum obat yang sama setiap harinya selama 3 bulan, setelah 3 bulan berlangsung, aku harus melakukan pengecekan ulang terhadap tiroidku, karena penyakit ini sudah permanen, suatu saat bisa kambuh walaupun aku merasa sehat.

Aku melakukan pengobatan dengan cara radiasi, cara ini tidak berbahaya, hanya ditetesi cairan untuk menghancurkan tiroid yang ada dalam tubuhku, selama 3 minggu aku tidak boleh memakan seafood karena mengandung Iodium yang cukup banyak, tidak boleh bertemu anak kecil atau balita, sisanya baik-baik saja.

sekarang, aku masih meminum obat yang 3 bulan lamanya itu. obat itu adalah hormon tiroid. karena, aku sudah tidak memiliki tiroid, dan tubuh ini membutuhkan tiroid, maka aku mengonsumsinya dari luar tubuh, ya dengan cara meminum obat tersebut.

selalu jaga kesehatan dan minum air yang banyak. karena dengan cara sesederhana itu, kita bisa saja dijauhkan dari penyakit manapun, karena ketika itu sudah terjadi, kita baru bisa merasakan bahwa kesehatan itu mahal dan penting. jadikan orang-orang yang tidak sesempurna kita sebagai acuan dalam hidup, karena bagi saya, mereka adalah guru.

"Ini bukan dongeng, ya ini hidup. Hadepin, kamu harus berani. Berani jujur sama diri kamu sendiri, jujur sama orang yang kamu sayang. Ga semua dongeng bisa happy ending, apalagi raealitas."

- perahu kertas

"Terima kasih untuk kabar bahagia penyembuh luka, sudah lama kita tidak berdiskusi tentang pintu yang sedikit terbuka itu, atau oksigen mulai lelah untuk kita hirup. Tapi, hari ini sempurna."

"kita hanya teman, benarkan?"

"mencintaimu itu..sejuta kata"

"sedih itu..ketika berpisah"

nonton Lentera Indonesia merinding sendiri. ketika kita pemuda-pemudi yang bisa bersekolah dengan pendidikan yang layak dan akademik standart pemerintah, dengan fasilitas yang menunjang, dengan segala kelebihan yang ada. saya baru menyadari, ada yang tidak begitu, tidak sama seperti apa yang saya alami. serba kekurangan, serba terhimpit ekonomi, serba tidak bisa, tidak bisa menghitung, membaca, menulis.

pengalaman ini saya alami ketika sedang melaksanakan kuliah kerja nyata di daerah desa Cisampih, Subang. perbandingan luar biasa ketika bisa mengajar di dua sekolah, membandingkan kelebihan dan kekurangannya, ketika ada satu sekolah, dari desa tersebut harus turun naik bukit, di sekolah tersebut terdapat anak-anak dengan pendidikan minim, tidak diperhatikan, kelas 6 tapi tidak bisa membaca dan menulis, sekolah tanpa beralaskan sepatu indah, pakaian seadanya, kemampuan dibawah rata-rata.

ada harapan, keinginan untuk membantu lebih sampai garis finish, tapi semua terhenti ketika saya harus pulang untuk meneruskan pendidikan yang harus saya selesaikan sampai garis finish.

doa hari ini ku panjatkan untuk kalian adik-adik-ku, semoga kalian selalu sehat, sejahtera, kalian bisa menciptakan mimpi dan menjadikannya kenyataan, selalu semangat, jangan terhenti teruslah belajar, mengasah diri dengan kemampuan yang kalian bisa walaupun lingkungan tidak memadai, tapi harapan sebaik apapun akan selalu ada jalan untuk kalian.

saya menutup cerita ini dengan kesedihan yang mendalam, ternyata masyarakat Indonesia masih banyak yang minim pendidikan.

……………………………………………………………………………………………………

Lucu ketika kita menjadi bodoh, kita hanya berpura-pura menjadi bodoh.

Tapi tanpa disadari, ada yang bodoh tanpa berpura-pura.

Lalu, mengapa kita harus menjadi bodoh dengan kepura-puraan?

obrolan bodoh

suci : pengen makan, tapi gamau yang manis, gasuka yang manis-manis....martabak enak sepertinya.

rahma : gasuka manis tapi mau martabak, gimana sih? lagian semua matabak itu kan manissssssssssssss gada yang asin. eh....

suci : hahahaha martabak asin (telor), manis gitu?

catatan : berpikir sebelum berbicara, jadinya begini.

salam rupamu.

mengubah wujud asli simpananmu.

serupa kicau dalam tempurung.

elok anggun bagaikan jamuan tengah malam.

sayang, adinda tak mengidealis seorang tanjidor.

kilat sekejam rusuk nadi menancap luka.

tak ubahnya mengubah seekor rubah.

binasa sudah.

"buk, aku rindu."